Rindu Sujudku






Aku pernah menyalahkan, Tuhan !

Di mana aku pernah terjatuh lebih dalam, bukan dalamnya jurang melainkan dalamnya peran kehidupan yang aku lakoni.  

Jika aku terlahir kembali, masih pantaskah aku dapat kesempatan untuk rekarnasi? Menjadi orang lain yang tak pernah takut akan mati.

Tuhan dimana? Aku yang berlumur dosa terus mencari. Berlari dengan memikul kepingan hati yang tersakiti. Tak ubahnya aku bak binatang liar yang haus akan kenistaan diri. 

Aku lelah berhenti !
Lebih baik terus berlari daripada menanti. Tuhan kemana? Aku yang tak pernah menanti dan berhenti, masih terus menjelajahi duniawi. 

Waktu seakan membawaku terus berimajinasi, dengan halusinasi yang kian menjadi ilusi.
Diamku di saat aku berlari, berontakku di saat aku berdiri.

Aku merindukan sujudku, Tuhan !
Merindukan gerakan sholat-Mu dalam ruang duniaku, merindukan lantunan lafadz qur'an yang sewaktu masa kecil selalu aku nyanyikan dengan merdu.

Tuhan dimana? Mengapa kedewasan diri buat aku semakin melupakan-Mu. Aku merindukan menggelar sajadah kecilku, meski warnanya telah usang, mesti kini telah berdebu.
Aku merindukan sujudku, Tuhan !


0 komentar:

Posting Komentar